Pernah dengar istilah ‘banyak anak banyak rezeki’ ? Ato mungkin ’2 anak saja cukup’ ?. Bagaimana dengan istilah banyak kepala = banyak masalah ? ? Ummh, tapi sepertinya ini tidak ada hubungan dengan kedua hal tersebut di atas. Kembali sedikit guncangan menerjang perusahaan. Tapi mungkin ini saya rasa lebih parah dengan yang pertama. Bagaimana bisa? Saya merasakan suatu ketidakkonsistenan/hilangnya profesionalisme pada diri kami masing-masing. Working Shift, Job Desc, serta yang lainnya sudah tidak lagi berjalan normal. Mungkin ini gejala suatu perusahaan akan bangkrut? Atau mungkin perusahaan tersebut akan tenggelam untuk selamanya? I hope not …
Mungkin sedikit pendapat yang bisa saya katakan :
#1 Work Shift
Mungkin sudah tidak berguna lagi beberapa lembar kertas yang saya tempel pada tembok kantor. Disana sudah tertera jelas work shift kerja tiap karyawan. Tapi, kenapa sampai sekarang orang yang seharusnya bertugas di kantor entah kemana hilangnya? Apakah terlalu sibuk dengan urusan individunya yang super duper urgent? Atau mungkin sibuk dengan urusan yang tidak terlalu penting ? Come on guys, percuma gelar yang kita sandang saat ini kalau sikap kita tidak menunjukkan kalau kita bener-bener orang terpelajar/profesionalisme…
#2 Masalah Rumah Tangga/Orang Tua
Saya rasa tidak ada masalah kalau kita sharing masalah yang terjadi dalam rumah tangga/orang tua kita. Bahkan dengan jalan sharing itu kita bisa bertukar pikiran atau nantinya menemukan solusi untuk mengatasi masalah yang terjadi dalam Rumah Tangga/Orang Tua. Bener ‘gag? Tapi tolong, jangan gara-gara hal tersebut, masalah pekerjaan jadi terbengkalai. Kita disini sama-sama, susah senang kita hadapi bersama. Ayolah teman, setiap orang pasti pernah mengalami suatu masalah yang menimpa Rumah Tangga/Orang Tua kita, yang penting kita jangan sampe down menghadapi itu semua. Tuhan gag bakal nguji kita diluar kemampuan kita …
#3 Hasil Meeting
Entah berapa kali kami sudah menjalankan meeting, dari meeting tersebut kita menemukan suatu cara-cara baru ataupun solusi dari masalah yang terjadi dalam kantor. Tapi, mana prakteknya teman? Hasil meeting itu sampai sekarang belum semuanya kita terapkan. Seperti kata saya sebelumnya, apakah bener mungkin kita terlalu sibuk dengan urusan yang hanya kita sendiri yang tahu…
Maaf teman, saya tidak mengatakan bahwa saya sendiri orang yang sudah profesional dalam hal pekerjaan. Tapi tolong, disini kita sama-sama belajar menjalankan usaha. Kalau kita ingat kata-kata waktu kita akan menjalankan/membuka usaha ini, apa tujuan kita? bagaimana sistem kerja yang kita terapkan? bagaimana job desc kita? Mungkin kalian bisa kembali semangat bekerja seperti semula ….
Jadi, ‘banyak kepala tidak berarti banyak masalah’ !!!
Justru melalui banyak kepala kita bisa mendapatkan serbagai macam solusi/ide-ide yang nantinya dapat berguna bagi kita semua, dengan catatan sekarang bagaimana diri kita sendiri menyikapi setiap perbedaan itu untuk menjadi suatu kesatuan dalam hidup kita…..
Cheers n Beers
November 23, 2010 at 9:21 am
katanya sih banyak anak banyak rejeki.
tapi main banyak anak malah makin banyak maslah ya?
*loh? gak nyambung sm topik ya?
November 23, 2010 at 10:22 am
haha, bisa aja km ca….